Jaksa Eksekutor Kejari Sikka Tangkap Buronan Terpidana Kasus TPU Terkait Penebangan Hutan Lindung

MAUMERE– Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Sikka pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) melakukan penangkapan dua terpidana dalam kasus dugaan Tindak Pidana Umum terkait penebangan hutan lindung.
Tim yang dipimpin oleh Kasi Pidum Kejari Sikka Eka Ilham Ferdiady.SH.MH didampingi Kasi Intel Ridha Nurul Ihsan.SH  dan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan Pande Ketut Suastika, SH.Firman,SH JF beserta Tim Jaksa Eksekutor telah melakukan penangkapan buronan  atas nama Hendrikus Heriyanto Alias Heri dan Antonius Bonevesius Alias Anton.
“Ditangkap pada hari ini Jumat,19 Pebuari 2021 pukul 13.00 waktu Indonesia Timur,” ujar Kasi Pidum Kejari Sikka Eka Ilham Ferdiady.SH.MH
 di konfirmasi,Jumat ( 19/2/2021)
“Satu terpidana ditangkap dikediamannya yang terletak di Desa Koting Kecamatan Maumere Kabupaten Sikka,tanpa melakukan perlawanan dan satu lagi terpidana menyerahkan diri ke Kantor Kejari Sikka,” sambungnya
Kasi Pidum Ilham menyebut penangkapan dilakukan berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Kupang No.22/Pid/2008/PTK melanggar Pasal 50 Ayat (3) huruf h jo Pasal 78 ayat (7) UU no.19 Tahun 2004 tentang Kehutanan.
” Terpidana atas nama Antonius Bonevesius Alias Anton dan Hendrikus Heriyanto Alias Heri secara Syah dinyatakan bersalah telah melakukan kegiatan penebangan hutan di daerah hutan lindung,” ungkapnya.
Disebutkan bahwa perkara ini merupakan perkara sejak tahun 2007.
Namun para terdakwa mengajukan upaya hukum banding dan kasasi ke Mahkamah Agung RI.
Akan tetapi berdasarkan Putusan Kasasi MA No.1271 K/Pid.Sus/2008 tanggal 28 Agustus 2008 terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 50 Ayat (3) huruf h Jo Pasal 78 (7) UU No.19 thn 2004.
Ilham mengungkapkan bahwa kasus berawal dari para terpidana melakukan kegiatan penebangan kayu di daerah terlarang.
“Mereka melakukan penebangan kayu yang mana daerah itu masuk ke areal hutan lindung, dengan membawa mobil truck mengambil kayu hasil hutan,setelah itu mereka ditangkap dan disidangkan di pengadilan negeri maumere,” ungkapnya.
Sementara putusan MA- RI tersebut baru bisa di eksekusi dikarenakan para terpidana sempat dikeluarkan dari rutan.
“Setelah para terpidana sempat buron selama 14 tahun dan pada hari ini ( Jumat 19/2/2021) Tim berhasil menangkap mereka atas berkat kerjasama antara Tim Kejaksaan dan Kepolisian Sektor Nelle,” bebernya.
Ilham lanjutnya, operasi penangkapan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan,setelah terpidana menjalani Rapid Tes Antigen dan dinyatakan non reaktif kemudian oleh Tim dibawa ke Rutan Maumere.
“Para terpidana dititipkan di Rutan kelas II B Maumere,” pungkasnya.( Muzer )
Sumber : http://pji.kejaksaan.go.id/index.php/home/berita/1386

Upaya Lanal Maumere Perangi Pelanggaran di Laut Flores

Upaya Lanal Maumere Perangi Pelanggaran di Laut Flores

Komandan Angkatan Laut Maumere (P)Dwi Yoga P.M.Tr.Hanla M.M CTMP dan Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Fahmi. Foto : Athy Meaq

MAUMERE – Dalam rangka pencegahan dan penindakan aktivitas pelanggaran di laut, Pangkalan TNI Angkatan Laut(Lanal) Maumere meningkatkan sinergitas dengan seluruh penegak hukum di wilayah Kabupaten Sikka.
“Ditingkatkannya sinergitas dengan seluruh satuan tugas daerah merupakan komitmen memerangi aktivitas pelanggaran di laut ,” ungkap Komandan Laut Maumere (P)Dwi Yoga P.M.Tr.Hanla M.M, kepada sejumlah awak media usai pengambilan sumpah bagi 10 Perwira Penyidik Tindak Pidana Tertentu,Kamis(10/6)di Mako Lanal Maumere.
Komandan Angkatan Laut Maumere (P) Dwi Yoga P.M.Tr.Hanla M.M CTMP menjelaskan bahwa TNI AL adalah penegak hukum di perairan yurisdiksi nasional, sesuai dengan aturan hukum nasional dan internasional yang telah diratifikasi.
Secara hukum, 10 perwira yang sudah disumpah berhak untuk melaksanakan tugasnya yang sudah diamanatkan oleh undang-undang untuk melaksanakan penyidikan terhadap perkara-perkara tertentu, perkara khusus tindak pidana yang terjadi di perairan wilayah yurisdiksi nasional Indonesia.
“Jadi kami bisa mengambil keterangan informasi dan sebagainya sesuai dengan aturan karena kami sudah disumpah sebagai perwira penyidik di laut,”terang Dwi Yoga.
Selama ini masyarakat maritim siapapun yang bergerak di bidang maritim wajib taat pada aturan hukum yang berlaku di seluruh wilayah perairan yurisdiksi Nasional.
Namun kami tetap mengedepankan persuasif dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang di laut terutama yang melanggar apabila tindakan pidana jelas kami akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku .
“Jadi apabila terjadi tindak pidana di perairan yurisdiksi nasional Indonesia, baik itu di wilayah perairan Maumere maupun seluruh wilayah perairan Indonesia, di situ ada pembagian zona yakni laut teritorial, zona tambahan, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Apabila mendapati tindak pidana dilaut kami akan menyidik,”tegas Dwi Yoga.
Lanjut Dwi Yoga, dalam melakukan penyidikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan maupun Pengadilan.
“Begitu kami melaksanakan penyidikan otomatis kami akan membuat pemberitahuan kepada Kejaksaan maupun Pengadilan, disitu Surat perintah dimulainya penyidikan(SPDP). Dengan adanya surat perintah dimulainya penyelidikan di situ kami akan memulai penyelidikan,”ungkap Dwi Yoga
Dan harapannya penegakan hukum di laut bisa ditegakkan. Setelah penyidikan, lanjut Dwi Yoga, pihaknya akan melimpahkan kepada Kejaksaan untuk dilaksanakan penuntutan dalam persidangan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri(Kejari) Maumere, Fahmi mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan akan terus bersinergi dengan eksistensi Lanal Maumere dalam proses penyidikan untuk menegakkan penegakan hukum di perairan.
“Wilayah perairan laut sangat luas, bila terjadi tindak pidana perikanan sebagai penyidik kita akan sangat mendukung dan bersinergi untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dilaut sehingga mengurangi pengerusakan lingkungan hidup seperti pemboman yang merusak terumbu karang dan lain sebagianya,”ungkap Fahmi.
Kontributor : Athy Meaq
Sumber : https://kumparan.com/florespedia/upaya-lanal-maumere-perangi-pelanggaran-di-laut-flores-1vusGARnHJx/full

Kejari Maumere Tahan ASN dan Kontraktor Proyek Puskesmas Bola

Sikka: Kejakasaan Negeri Maumere menahan seoarang kontraktor proyek Puskesmas Bola berinisial DK dan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) berinisial DB. Keduanya ditahana diduga terkait proyek pembangunan Puskesmas Bola, di Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Keduanya ditahan di ruang tahanan milik Polres Sikka yang dititipkan oleh pihak Kejaksaan Negeri Maumere. Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, membenarkan ada dua orang yang dititipkan pihak Kejaksaan Negeri Maumere ke tahanan Polres Sikka.

“Iya benar dua orang itu ditahan di Polres Sikka. Mereka berdua titipan dari Kejaksaan Negeri Maumere,” ungkap Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, melansir Media Indonesia, Kamis, 10 Desember 2020.

Melansir Media Indonesia, sebelumnya Kejari Maumere telah mengeluarkan Surat perintah operasi intelijen (Sprin Ops) untuk melakukan pengumpulan data dan keterangan terkait Proyek Puskesmas Bola tertanggal 14 Desember 2019.

Sebanyak tiga pihak sudah dimintai keterangan oleh pihak Kejaksaan Negeri Maumere. Yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas.

Proyek pembangunan Puskesmas Bola juga menjadi sorotan sejumlah anggota DPRD Sikka. Anggota Banggar DPRD Sikka dari Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say menduga ada ijon di balik proyek bernilai miliaran rupiah ini.

Proyek pembangunan Puskesmas Bola itu meninggalkan utang kepada pekerja. karena upah mereka belum dibayarkan diperkirakan sebesar Rp500 juta.

Bangunan puskesmas tersebut telah diresmikan oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Kini telah digunakan untuk melayani masyarakat.

 

 

Media Indonesia.com • 10 Desember 2020 08:25

Sumber : https://www.medcom.id/nasional/daerah/PNgYWjPk-kejari-maumere-tahan-asn-dan-kontraktor-proyek-puskesmas-bola

Ungkap Kasus Puskesmas Bola, 2 Fraksi DPRD Sikka Apresiasi Kinerja Kejari Sikka

Ungkap Kasus Puskesmas Bola, 2 Fraksi DPRD Sikka Apresiasi Kinerja Kejari Sikka

Rapat paripurna DPRD Sikka agenda persetujuan terhadap RAPBD TA.2020, Senin (14/12/2020) siang. Foto: istimewa.
MAUMERE – Dua Fraksi di DPRD Kabupaten Sikka yakni Fraksi NasDem dan Fraksi Partai Gerindra mengapresiasi kinerja kerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka yang mengusut kasus dugaan korupsi dalam pembangunan Puskesmas Bola, yang mana dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Apresiasi ini disampaikan kedua fraksi dalam Pendapat Akhir Fraksi- Fraksi DPRD Sikka dalam rapat paripurna XII agenda RAPBD Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2020, Senin (14/12/2020) siang.
 
Fraksi NasDem dalam pendapat akhir fraksi yang dibacakan Anggota DPRD Yosef Nong Soni mengatakan Fraksi Partai NasDem mengapresiasi aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Maumere sekaligus mendukung langkah-langkah hukum yang dilakukan.
 
“Fraksi NasDem berharap pihak Kejaksaan Negeri Sikka harus mampu mengungkapkan sejelas-jelasnya oknum dan Tim yang suka bermain dalam proses pelelangan proyek-proyek pemerintah,” ungkap Yosef Nong Soni. ‘
 
Selain itu, Fraksi Partai NasDem meminta jaksa bisa menemukan siapa aktor dibalik semua masalah proyek tersebut.
 
“Fraksi sangat mengharapkan pihak kejaksaaan mampu mengungkap tangan-tangan gurita dan mafia proyek yang begitu masif, agar segala sesuatunya menjadi jelas dan transparan,” ungkap Yosef Nong Soni.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh Fraksi Partai Gerindra. Dalam Pendapat Akhir Fraksi yang dibacakan oleh Anggota DPRD Fabi Toa, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada pihak Kejaksaan Negeri Sikka yang sudah menindaklanjuti laporan dan pengaduan masyarakat tentang kondisi Puskesmas Bola hingga saat ini.
 
“Karenanya Fraksi Gerindra mendukung dan mendesak Kejaksaan Negeri Sikka untuk menelusuri lebih lanjut aliran dana 540 juta tersebut,” ungkapnya.
 
Lanjut Fabi Toa, jika ada indikasi kolusi yang berimbas pada kerugian negara maka siapapun dia orangnya harus segera diproses hukum agar terwujud keadilan dan persamaan di hadapan hukum.
 
 
Sumber : https://kumparan.com/florespedia/ungkap-kasus-puskesmas-bola-2-fraksi-dprd-sikka-apresiasi-kinerja-kejari-sikka-1umilMTnkox/full 15 Desember 2020